• Email : codeheroidn@gmail.com
  • Alamat : Sumatera Utara, Indonesia
  • Hp : +62877-xxxx-xxxx
Pengertian Bilangan Biner

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan system peng-kode-an 1 Byte.

Sistem bilangan biner adalah salah satu dari 4 sistem bilangan yang digunakan komputer.  Sistem bilangan biner merupakan bilangan yang menggunakan basis 2 serta 2 macam simbol bilangan 0 dan 1. Contoh dari bilangan biner seperti 1110.

Sistem Bilangan Biner

Angka biner diekspresikan dalam sistem angka-2 basis. Sistem angka biner, menggunakan dua simbol: biasanya "0" (nol) dan "1" (satu). Sistem angka dasar-2 adalah notasi posisi dengan radix 2.

Sistem Penomoran Biner

Umumnya, sistem bilangan biner digunakan di komputer digital. Dalam sistem bilangan ini, ia hanya membawa dua digit, baik 0 atau 1. Ada dua jenis pulsa elektronik

yang ada dalam sistem bilangan biner. Yang pertama tidak adanya pulsa elektronik mewakili '0' dan yang kedua adalah adanya pulsa elektronik yang mewakili '1'. Setiap digit dikenal sebagai bit. Koleksi empat bit (1101) dikenal sebagai nibble.

Kumpulan delapan bit (11001010) dikenal sebagai byte. Lokasi digit dalam bilangan biner mewakili pangkat tertentu dari basis (2)/Base-of-2 (bi) atau "sistem penomoran biner". Dalam sistem penomoran biner, angka biner seperti 101100101 dinyatakan dalam angka "1" dan "0".

Setiap digit sepanjang string dari kanan ke kiri bernilai dua kali lipat dari sebelumnya. Tetapi karena ini adalah digit biner, maka hanya bernilai “1” atau “0”. Oleh karena itu, q sama dengan “2” (0 atau 1) dengan posisi menunjukan bobotnya dalam string.

Bilangan desimal adalah bilangan tertimbang. Konversi dari desimal ke biner (basis 10 ke basis 2) juga menghasilkan bilangan biner berbobot dengan bit paling kanan adalah Least Significant Bit atau LSB. Dan bit paling kiri menjadi Most Significant Bit/Bit Paling Signifikan atau MSB

Nama dan Prefiks Biner

Bilangan biner dapat bertambah dan berkurang seperti bilangan desimal. Hasil yang digabungkan menjadi salah satu dari beberapa rentang berdasarkan jumlah bit yang digunakan. Bilangan biner terbagi dalam tiga bentuk dasar yaitu bit, satu byte dan satu word. 

Sistem Bilangan

Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. Yang umum adalah sistem bilangan desimal, oktal, heksadesimal dan biner.

BINER (radiks / basis 2)

 Notasi : (n)2

 Simbol : angka 0 dan 1

OKTAL (radiks / basis 8)

 Notasi : (n)8

 Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

DESIMAL (radiks / basis 10)

Notasi : (n)10

Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

HEKSADESIMAL (radiks / basis 16)

Notasi : (n)16

Simbol : angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B, C,D,E,F

Sistem yang biasa digunakan dan familiar dengan kita sehari-hari adalah sistem bilangan desimal. Sistem bilangan ini bersifat alamiah karena pada kenyataannya manusia memiliki 10 jari. Bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 10o, 10i, 102, dst.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan manfaat untuk Anda dalam memahami tentang bilangan biner.